Workshop Nestlé LACTOGROW - Dukung Anak Tumbuh Sehat dan Bahagia


Lingkungan terdekat bagi anak adalah keluarga, utamanya kita sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban kita untuk membahagiakan dan memperhatikan proses tumbuh kembang anak. Happiness atau kebahagiaan menjadi pengaruh besar terhadap suksesnya proses tumbuh kembang mereka. Hal tersebut dijelaskan saat kegiatan Nestlé LACTOGROW Grow Happy Parenting Workshop di Iconik Cafe jalan Amanagappa Makassar, Rabu 17 Juli 2019 yang saya ikut bersama teman-teman blogger dan rekan jurnalis Makassar. 

Nestlé LACTOGROW, susu pertumbuhan anak usia satu tahun ke atas ini, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia agar tumbuh optimal dengan menggelar sebuah workshop bersama narasumber yang berkompeten dalam bidangnya khusus membahas bagaimana memenuhi kebutuhan gizi dan mengembangkan kematangan emosi anak. Mulai dari pendekatan psikologis hingga cara menjaga kesehatan saluran cerna, sehingga orang tua dapat mendukung anak tumbuh bahagia. 

Tema workshop yang dihadirkan sangat menarik dan penting bagi saya dan semua orang tua tentunya. Pasalnya anak pertama saya terus bertumbuh dengan usianya saat ini 1 tahun 2 bulan sedang saya tengah mempersipankan kelahiran anak kedua yang sebentar lagi, dalam kondisi ini menjalani peran sebagai orang tua selalu ada keinginan lebih banyak tahu dan belajar terutama untuk mempersiapkan atau membangun pondasi keberhasilan dalam membentuk anak sehat, cerdas dan bahagia. 

Acara yang bertajuk "Dukung Kesehatan dan Kebahagiaan Anak dengan Pola Asuh Grow Happy bersama Nestlé LACTOGROW" ini dihadirkan tiga narasumber, yaitu Pramudita Sarastri , Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A.(K) , dan Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP , ACC.

Pramudita Sarastri
( Brand Executive Nestlé LACTOGROW )

Pramudita Sarastri, Brand Executive Nestlé LACTOGROW sebagai pembicara pembuka beliau mengungkapkan bahwa Happiness itu datangnya dari hati dan terciptanya kebahagiaan anak itu bersumber dari her parents, yah kebahagiaan itu dibentuk dari orang tua untuk menular ke anak.

Anak yang tumbuh bahagia memiliki peluang lebih tinggi untuk perkembangan yang sehat dan sukses di kemudian hari. Selain itu masa kecil yang bahagia adalah dasar untuk kebahagiaan masa depannya, bahwa untuk tumbuh bahagia dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tua dalam memupuk kondisi grow happy tersebut.

Pentingnya keterlibatan orang tua dalam memahami pemenuhan stimulasi dan nutrisi anak guna mengoptimalkan tahapan dan aspek tumbuh kembangnya. Stimulasi ini murapakan salah satu kebutuhan untuk mencapai tumbuh kembang anak secara optimal dengan tujuan utamanya adalah tercapainya perkembangan si kecil, perkembangan itu sendiri meliputi sisi motorik kasar, motorik halus, kognitif, bahasa, komunikasi serta kemandirian. Mom Pramudita melanjutkan bahwa selain memenuhi kebutuhan anak dari luar juga dibutuhkan pemenuhan kebutuhan anak dari dalam dengan menyediakan nutrisi yang optimal dengan memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang dan mengandung pribiotik dalam pemenuhan nutrisinya terserap dengan lebih baik. Pemberian probiotik dapat dilakukan salah satunya melalui susu, maka dalam hal ini Nestlé LACTOGROW menghadirkan susu sebagai pilhan dalam pemenuhan nutrisi anak karena dilengkapi dengan happy nutri yang diperkaya kalsium, 12 vitamin, minyak ikan, tujuh mineral dan omega 3 & 6, serta mengandung probiotik lactibacillus reuteri.


Mom Pramudita di akhir penjelasannya mengingatkan kembali untuk "let's grow happy together, semoga anak-anak kita tumbuh sehat bahagia dan nutrisinya terpenuhi" tutupnya.

Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K)
( Dokter Spesialis Anak )

Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) melanjutkan sebagai pembicara kedua, beliau menjelaskan bahwa untuk mencetak anak yang sehat dan cerdas adalah dengan pemenuhan gizi anak sejak dini, bahkan saat masih di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun. Fase atau kesempatan emas itu merupakan masa dimana pentingnya ibu memperhatikan kebutuhan gizi bagi anak.

Nah jadi memang seharusnya seorang ibu sejak mengandung itu tidak menyepelekan kebutuhan gizi yang dimakan demi pemenuhan janin hingga anak lahir dan tumbuh yaah :)

Dijelaskan juga nih bahwa salah satu langkah untuk tumbuh optimal anak adalah dengan memastikan saluran pencernaannya dalam keadaan sehat. Pencernaan bayi baru lahir tentu berbeda dengan pencernaan orang dewasa. Bayi baru lahir masih mempunyai lambung yang masih sangat kecil, sistem pencernaannya pun belum mampu mencerna berbagai makanan dengan baik. Ukuran lambung bayi baru lahir juga masih kecil, hanya sebesar kelereng jadi hanya mampu menampung cairan sebesar 60-90ml. Selain itu secara fisik, ketup kerongkongan bayi juga masih belum sempurnah, ketup ini mengontrol masuknya makanan dari mulut ke lambung bayi. Maka Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik diberikan saat ini karena memiliki kandungan kaya nutrisi. 


Seorang bayi masih sangat rentan terhadap infeksi, normalnya saluran pencernaan manusia mempunyai lapisan lendir yang mampu melindunginya dari mikroba dan kontaminan lain yang mungkin ada dalam makanan. Namun, sistem perlindungan ini belum sepenuhnya terbentuk pada bayi. Sehingga saluran pencernaannya belum siap dalam melawan bakteri dan patogen yang masuk. Hal ini yang menyebabkan bayi sangat rentan terhadap infeksi. Untungnya antibodi yang terdapat dalam ASI mampu membantu bayi menciptakan perlindungan untuk dirinya. Karena itu disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi berusia 6bulan. ASI juga mengandung faktor pertumbuhan usus yang membantu bayi dalam mengembangkan bakteri baik dalam usus. Sehingga, ASI sangat penting untuk membantu pematangan pencernaan bayi. Sayangnya, tidak semua anak beruntung bisa mendapatkan ASI eksklusif dengan berbagai alasan medis. 

Dokter spesialis anak ini menekankan kembali pentingnya asupan untuk menjaga kesehatan sistem saluran cerna anak. Anak usia sampai dua tahun yang biasanya memiliki perkembangan paling cepat belum memiliki saluran cerna yang matang dan lapisan glukosa masih tipis sehingga sistem kekebalan juga masih rentan infeksi, sehingga menyebabkan anak sakit akhirnya kehilangan kesempatan emas untuk tumbuh kembang maksimal. Dengan pemberian pribiotik ini tentu bisa melapisi ketipisan tadi.



Bapak kedokteran Yunani kuno Hippokreates pernah mengatakan "seluruh penyakit bermula dari saluran cerna. Bagus tidaknya saluran cerna juga sedikit banyak akan mempengaruhi pikiran dan kebahagiaan".

Dokter Ariani melanjutkan, pemberian probiotik membantu mempertahankan dan atau memperbaiki fungsi dan struktur saluran cerna sehingga dapat berfungsi optimal untuk penyerapan nutrisi dari makanan yang dicerna anak. Probiotik secara alami ada dalam beberapa makanan, seperti tempe, yogurt, kefir, kimchi, kombucha, gandum, buah, sayuran ataupun dalam susu pertumbuhan untuk membantu kecukupan bakteri baik guna mendukung daya tahan tubuh anak.

Peran bakteri baik 
Beberapa poin yang disebutkan dokter Ariani yang merupakan peran bakteri baik yaitu;
✅ Menjaga kekebalan tubuh
✅ Mencerna serat dan menghasilkan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran cerna
✅ Melindungi dari penyakit
✅ Mendukung kesehatan saluran cerna
✅ Melindungi usus dan mikroba atau zat berbahaya lainnya


Selain beberapa jenis makanan probiotik yang disebutkan tadi, ternyata ada mikroorganisme yang telah terbukti klinis memiliki sifat menguntungkan yakni Lactobacillus Reuteri yang bisa mengurangi risiko masalah pencernaan pada anak seperti kolik dan diare, juga menurunkan gejala konstipasiMikroorganisme ini dapat bertahan hidup pada pH rendah dan lingkungan yang diperkaya enzim, dapat menempel pada epitelium untuk interaksi host-probiotik, kompetisi dengan mikroorganisme patogenik, dan yang terpenting adalah KEAMANAN.

Lactobacillius reuteri menghasilkan vitamin B12, dokter Ariani menjelaskan diakhir materinya bahwa mikrobiotia usus ini mampu menghasilkan vitamin B12 dan vitamin K yang baik untik perkembangan otak. Jadi probiotik ini ternyata berperan dalam menghubungkan sistem cerna ke otak sehingga berpemgaruh terhadap suasana hati.

Psikolog Elizabeth Santosa, M. Psi, Psi, SFP, ACC

Tak hanya memastikan asupan nutrisi, orang tua juga harus memperhatikan kematangan emosi anak. Psikolog Elizabeth Santosa, M. Psi, Psi, SFP, ACC dalam acara ini juga berkesempatan membagikan tips "Memaksimalkan Peran Orang tua untuk Mendukung Kebahagiaan Anak".

"Tahukah apa perbedaan Senang dan Bahagia?" tanya Mom Lizzie sapaan akrabnya kepada peserta workshop yang hadir. Berbagai jawaban dari peserta, ada yang menjawab serius ada juga yang sesekali membuat kami tertawa, hal itu menjadikan suasana workshop begitu menyenangkan namun tetap serius, kemudian Mom Lizzie melanjutkan bahwa perasaan senang didapat dari kejadian luar saja dan tidak akan bertahan lama atau sesaat sesuai dengan kejadian apa yang tengah memengaruhi, seperti contohnya saat kita diberi hadiah maka saat itu kita merasa senang dan gembira tapi akan hilang setelah kita sudah menerima hadiah tersebut. Sedangkan perasaan Bahagia muncul karena adanya dorongan dari dalam diri atau pikiran yang durasinya akan berlangsung lama karena bergantung pada kondisi diri contohnya saat kita dikasihi, dicintai batin akan merasa tentram dan bahagia, perasaan ini memengaruhi kelangsungan hidup dan membentuk emosi yang cenderung merasa bahagia.

Nah hal ini berkaitan dengan kebahagiaan saat masa kanak-kanak akan memberikan efek positif bagi tumbuh kembang kognitif anak (proses belajar), nilai diri (self esteem), kemampuan sosial serta karakter anak di masa mendatang. Psikolog Lizzie menambahkan kalau anak yang bahagia sejak kecil, memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang memiliki emosi positif dan memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi di masa dewasa.


Mengapa menjadikan anak bahagia penting?


Pentingnya menciptakan kebahagiaan dalam tumbuh kembang anak, karena masa anak-anak mereka telah diakui sebagai sumber faktor paling berpengaruh terhadap kebahagiaan saat mereka nanti dewasa. Khususnya peran sebagai orang tua secara umum, dapat diasumsikan bahwa masa kecil yang dipenuhi cinta kita adalah masa kecil yang bahagia.

Aktivitas apa yang membuat anak merasa bahagia? 
Mom Lizzie menguraikan yang harus dipenuhi orang tua untuk membuatnya bahagia. Beliau mengungkapkan bahwa di masa usia emas dengan membangun happy memory jangan terpaku pada kebahagiaan anak ada pada materi seperti mainan, boneka atau semacamnya. Ada hal mendasar agar membuatnya bahagia yakni dengan mengajaknya mengobrol ditempat tidur atau sedang berjalan-jalan dengan sentuhan tatap mata dengan komunikasi atau diperlakukan istimewa. Memori ini akan terekam selamanya diotak anak.

Selain itu, pentingnya keterlibatan orang tua di setiap kegiatan anak termasuk saat bermain. Jangan sekedar mengoper anak bermain kemudian orang tua sibuk dengan gadgetnya. Tetapi orang tua harus ikut terlibat didalamnya dengan memahami permainan yang sedang mereka mainkan atau mendengarkan topic perbincangan anak dengan teman mainnya. Hal ini diungkapkan Mom Lizzie karena sesuai penelitiannya hanya 48% orang tua yang hadir dan terlibat dalam mengasuh anak. Sementata 31% tidak hadir sama sekali, dan 21% hadir tapi tidak terlibat.

Wah ngena banget nih yahh, jadi pembelajaran untuk saya agar terlibat saat anak berkaitivitas. Tidak sekedar membiarkannya melakukan kegiatannya sendiri tanpa ada komunikasi dan keterlibatan. Hal ini guna membangun rasa bahagia dan perkembangan positifnya.

Terakhir adalah kebahagiaan pasangan suami istri harus sama-sama bahagia, bila salah satu saja yang tidak merasa bahagia maka turut menabung ketidakbahagiaan pada anak. Karena pondasi bahagia anak adalah orang tua, ucap Mom Lizzie.

Yah, kesimpulannya orang tua harus lebih aktif, karena orang tua yang pasif tidak akan menghasilkan pendidikan apa pun secara optimal. Ibu dan Ayah harus bahagia dan terlibat, tidak hanya bergantung satu-satunya kepada peran Ibu sebagai pusat pengasuhan keluarga. Pembagian peran dan waktu harus disepakati bersama, dan hal ini harus berlangsung konsisten.

Sebelum menutup penjelasannya ini beberapa point bagaimana memebesarkan anak agar tumbuh bahagia.


Tips terakhir untuk orang tua agar menciptakan Ekspresi emosi positif yaitu dengan memberikan dan mengungkapkan apa yang kita syukuri terhadap dunia. Mom Lizzie dalam hal ini menerapkan pada dirinya, pasangan dan anak-anaknya setiap hari agar menuliskan atau mengungkapkan hal yang disyukuri setiap harinya. Selain itu, ia mengubah pertanyaan "bagaimana kabarmu hari ini?" dengan "ada kabar baik apa hari ini?". Manfaat yang didapat adalah perubahan positif dalam aspek emosi anak, meningkatkan energi mereka, meningkatkan kesejahteraan, kesehatan dan kebahagiaan anak saat dewasa, juga bermanfaat untuk optimis dan empati.

Pict by Mugniar (IG @mugniar)

MasyaaAllah materi yang sangat bermanfaat sekali, tiga narasumber yang memberikan banyak ilmu baru buat saya. Berharap Nestlè Lactogrow tetap konsisten membuat kegiatan seperti ini demi mendukung terhadap tumbuh kembang kesehatan dan emosi anak hari ini dan nanti.

Pict by Mugniar (IG @mugniar)

Diakhir workshop kami terhibur dengan lomba membuat replika makanan bergizi untuk anak menggunakan Play doh. Saya bersama empat teman blogger senior nih menjadi satu tim dalam Kelompok 1 dan setiap meja masing-masing menjadi satu tim. Hasil dari replika makanan yang sudah kami buat mengantarkan tim kami menjadi pemenang pertama lohh bukibuk, memang nih mama-mama blogger di kelompok saya ini sudah gak diragukan lagi kreatifitasnya, daaan ini hasilnya 👇👇👇 

Pict by Erviya Maronie (IG @e_maronie)

Pict by Mugniar (IG @mugniar)

Pict by Dwi Ananta (IG @dwianantasari)

Diakhir acara juga peserta berkesempatan sharing dengan tiga narasumber




Dan keseruan ini pun berakhir dengan foto bersama narasumber dan semua peserta. Saya merasa bahagia bisa ikut dalam kegiatan kali ini, sangat membantu saya untuk menerapkan ini dikeluarga saya terutama kepada anak-anak, dengan harapan besar bisa maksimal dan berhasil membuat mereka tumbuh optimal dengan tubuh bahagia, sehat dan cerdas.

Sudah dapat ilmu banyaaaak, belajar bareng blogger-blogger senior, dapat hadiah dan hampers yang isinya banyak banget, MasyaaAllah. Ohya demi ikut ini ada suami yang cuti sehari buat nganter dan bantuin jaga anak loh. Hehe

Pict by Dwi Ananta (IG @dwianantasari)

Pict by Dwi Ananta (IG @dwianantasari)




#nestle
#nestlelactogrow
#growhappy
#happynutri

Komentar

Postingan Populer