Saya Positif "hamil (lagi)"? - Part 2

( pict from https://www.orami.co.id )
Bismillah...


...Invalid Test Pack
Pernah kita mendengar istilah false positive dan false negative saat menggunakan alat tes kehamilan (test pack) di rumah? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan menjadi salah tafsir. Walaupun alat tes kehamilan dengan urin mempunyai keakuratan sebesar 97% tetapi kesalahan hasil mungkin saja terjadi. Semisal sebenarnya hamil, tetapi alat tes kehamilan menunjukkan bahwa Anda tidak hamil, atau sebaliknya.
Hal-hal seperti itu kadang ditemui sehingga alangkah baiknya jika mengetesnya dua kali, lebih, atau jika perlu ke dokter untuk memastikan hasilnya.

Hal ini yang membuat saya belum yakin dengan hasil test pack saya kali ini, karena saat itu saya baru telat 3 hari. Normal saja, kadang saya telat seminggu atau lebih cepat seminggu.
Yah, setelah gak percaya sama hasil test yang saya anggap tidak akurat, akhirnya kepikiran ini sudah 'telat' tiga minggu. Sampai suatu soreh saya mual dan muntah-muntah. Suami yang soreh itu baru saja pulang kantor 'lagi-lagi' membawakan satu slip test pack. Hasilnya sama (Positif), namun saya belum mau memeriksakan kandungan ke dokter, memilih membiarkan dulu.

Seminggu lebih setelah hari itu saya merasa ngilu pada ulu hati, seperti gejala penyakit asam lambung. Saya memang memiliki riwayat maag akut sejak SD dan sudah cukup lama baru merasakan nyeri ini kembali. Kali ini berbeda, dulu yang ketika maag kambuh bisa badrest. Sekarang harus tetap urus kebutuhan anak dan suami juga pekerjaan rumah, cukup menganggu sampai mau pingsan, subhanallah alhamdulillah.

Kondisi badan yang terasa kurang sehat sebab asam lambung yang tidak kunjung sembuh berhari-hari, saya akhirnya memilih segera mengecek kesehatan ke dokter. Awalnya ke dokter umum yang saat itu berpraktek pagi hari, sebelum nanti siangnya berencana lanjut ke dokter kandungan untuk memastikan. But, tetep dokter umumnya langsung ngasih rujukan ke dokter kandungan.

Kalau di tanya, "emang belum yakin? padahal sudah test dua kali".
Iya, saya belum yakin kalau belum cek langsung ke dokter kandungan hehe, wajar yah mungkin juga beberapa ibu-ibu merasakan hal yang sama, biar udah test ada juga yang belum percaya sama hasilnya sebelum dicek langsung ke dokter kandungan.

Kali ini tetap memilih ke dr. Hj. Amelia Abdullah, Sp.OG, beliau merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) yang saat ini berpraktik di beberapa Rumah Sakit besar di Kota Makassar. Beliau dokter yang menemani perjalanan 40minggu masa kehamilan pertama saya hingga proses persalinan saya 8 bulan yang lalu.

( Dokumentasi bersama dr. Hj. Amelia Abdullah, Sp.OG
 di ruang Poli RSIA Paramount Makassar )

Bisa sampai memutuskan kontrol kehamilan ke beliau awalnya berkat saran dan rekomendasi salah satu sahabat sekaligus keluarga sampai kesyurga (aamiin) dia dokter Hj. Delinar Sadaruddin, S.Ked yang saat itu juga sedang mengandung anak kedua. Hal pertama yang saya tanyakan adalah soal keramahan dokternya, dijawabnya "ramah buanget", alhamdulillah selain dari namanya sudah jelas dokternya perempuan, informasi mengenai dokternya ramah dan pro-normal buat saya makin yakin ke beliau. Dan masyaaAllah, bersyukur banget bisa nyaman kontrol sharing masalah kehamilan selama mengandung.
Benar saja, pentingnya mencari referensi dokter ke teman atau keluarga yang sudah berpengalaman, karena kenyamanan ini memang hal yang paling penting saat akan memilih dokter kandungan karena tidak mungkin kita bisa terbuka kepada orang yang kita tidak nyaman.

Pertemuan pertama diawal tahun dengan ibu dokter, merasa saya geli sendiri karena rasanya jarak antara lahiran anak pertama dan kontrol kehamilan kali ini cukup dekat. Sambil senyum malu dan ngomong "dok kayaknya saya kecepatan datangnya ya, hehe", "gakpapa kalau memang positif lagi bu" jawab ibu dokternya, tersenyum.

Hasilnya???



Sudah ada kantung janinya :) MasyaaAllah, barakallahu fiyk

" Rabbi habli min ladunka dzurriayatan thayyiban innaka sami'ud du'a " aamiin

Terhitung hari itu 7 februari 2019 kehamilan saya sudah memasuki usia 7 minggu 2 hari, mendekati 2 bulan. Alhamdulillah, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Suami saya yang setia menemani pun terlihat sangat bahagia. MasyaaAllah

Satu hal lagi yang mengejutkan bagi saya dan suami adalah saat dokter pun terkejut dan ngomong ".... (next story)

Jarak kehamilan yang cukup dekat tidak lantas membuat kami terbebani. Kami bergembira atas berita kehamilan ini sebab Allah Ta'ala mempercayakan saya untuk melahirkan, merawat, membesarkan dan mendidik hamba-Nya.

" Maka Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar (Yakni Ismail)". (QS. Ash Shafat: 101)

InsyaaAllah bersyukurlah kita wanita baik itu kehamilan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya tetaplah bergembira. Jangan hanya mensyukuri kehamilan pertama atau kedua karena ini yang dinanti-nanti tetapi nanti nampa shock dengan kehamilan selanjutnya apalagi diluar rencana. Bersyukurlah karena dimudahkan oleh Allah Ta'ala, sementara masih banyak yang sedang berjuang bertahun-tahun dan menghabiskan biaya besar. Bahkan ada yang menggadaikan aqidah dengan datang ke dukun (Astaghfirullah, naudzubillah...)
Kita do'akan semoga Allah Ta'ala memberikan karunia anak kepada keluarga sahabat dan sesiapa saja yang menginginkannya. Aamiin

Dikehamilan ini semoga Allah memberikan saya kesehatan dan keberkahan kepada saya dan keluarga. Aamiin yaa Rabb.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS: Ali Imran [3]: 190-191)

Bukan kebetulan kalau mengandung itu ada nikmatnya ada sakit sulitnya. Andaikata Allah Subhanahu wata’ala menghendaki, tak ada yang sulit untuk menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki.

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” (Al-Baqarah, {2}: 117)

Komentar

Postingan Populer